[HOT] John Stanmeyer, Fotografer, N.Geographic AS, yang mengagumi Presiden Soekarno

Share on :
Quote:

[imagetag]

Assalamualaikum Wr. Wb !!


Quote:

Bantu Rate Ya Gan
:rate5:sundulgans:sundulgans:sundulgans:sundulgans :rate5

[imagetag]

Quote:

BUKTI

NO REPOST

Quote:

Quote:

Ini Foto Orangnya Gan


[imagetag]

Uploaded with ImageShack.us
Quote:

Quote:

Beritanya Gan

[imagetag]

Quote:

Berita

Spoiler for Berita:


Pertama Dengar Nama, Langsung Anggap Presiden Hebat


Pengagum Soekarno tidak hanya ada di Indonesia. John Stanmeyer, seorang fotografer profesional asal Amerika Serikat (AS), menjadi bagian di antara mereka. Dia rela berkeliling Indonesia untuk berburu gambar yang berkaitan dengan sang idola.


Quote:

''Onward to Singapore. Terima kasih, monggo, thank you Indonesia and Happy Independence Day. Merdeka!'' Begitu tulis John Stanmeyer di situs jejaring sosial Facebook-nya saat hendak meninggalkan Indonesia melalui Bandara Juanda Surabaya pada 17 Agustus lalu.

Ya, sejak awal Agustus lalu, pria kelahiran Illinois, AS, Maret 1964 itu sengaja datang ke Indonesia. Dia ingin mengabadikan euforia rakyat negeri ini yang tengah merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-66 kemerdekaan. Untuk keperluan tersebut, Stanmeyer berkeliling ke berbagai daerah. Mulai Aceh, Medan, Bali, Surabaya, hingga Blitar.

''Tugas saya berakhir pada 13 Agustus. Tetapi, saya tidak ingin buru-buru pulang,'' kata pria yang bekerja di beberapa media di AS tersebut.

Karena tertarik pada suasana Indonesia, Stanmeyer memutuskan untuk memperpanjang masa tinggalnya. Setidaknya, dia bisa menikmati saat-saat bangsa Indonesia memperingati detik-detik proklamasi. Menurut dia, 17 Agustus merupakan hari bersejarah untuk seluruh rakyat Indonesia.

''Saya pun ingin merasakan aura kemerdekaannya. Sebab, kebetulan, tugas-tugas saya juga sudah rampung,'' tuturnya.

Bagi Stanmeyer, Indonesia sudah seperti rumah kedua. Sebab, dia mengaku sangat mencintai negeri berpenduduk lebih dari 220 juta jiwa ini. Selama lima tahun, 2003 hingga 2008, dia pernah menetap di Bali.
Quote:

Kekagumannya terhadap Soekarno muncul sejak sekitar sepuluh tahun silam. Saat itu, Stanmeyer sering bolak-balik AS-Indonesia untuk urusan pekerjaannya sebagai fotografer profesional. ''Setiap berkunjung ke suatu negara, saya berupaya mencari tahu apa pun sejarah tempat tersebut. Itu akan membantu saya dalam bersosialisasi,'' jelasnya. Begitu pula ketika datang ke Indonesia. Sejak pertama mengenal nama Soekarno, Stanmeyer langsung menilai bahwa Soekarno merupakan presiden hebat. Tidak saja karena dia adalah presiden pertama. Tetapi, Soekarno juga dinilai sebagai tokoh yang ahli dalam komunikasi.

Tidak hanya itu, Stanmeyer kagum kepada Soekarno yang memiliki nilai tinggi namun juga sangat religius. ''Bagi saya, itu sangat luar biasa. Tiada tandingannya. Saya sangat suka mendengar cerita-ceritanya dari masyarakat Indonesia,'' tuturnya. Karena sangat kagum pada Soekarno, setiap benda atau tempat yang memajang gambar Soekarno menjadi fokus bidikan kameranya. Hal itu selalu dilakukan Stanmeyer di sela-sela proyek pemotretan.

Tak heran, dia menyimpan lebih dari seribu file foto bergambar Soekarno. Foto-foto koleksinya tentang Soekarno bukan hasil jepretan langsung atau merepro gambar presiden yang lahir di Surabaya itu. Tetapi, dia memotret apa pun suasana di mana gambar tersebut dipajang.


Ada pula gambar Soekarno yang disablon di sebuah kaus hitam yang dikenakan seorang pria. ''Saya sampai hafal beberapa gaya Soekarno yang sering diabadikan dalam pigura atau stiker,'' ucap pria yang bekerja untuk National Geographic Magazine dan majalah Time itu.


Seluruh gambar tersebut dia simpan menjadi satu file khusus bernama Soekarno Project. Meski jumlah gambar sudah mencapai ribuan, dia tidak bermaksud menjualnya untuk umum. ''Ini khusus untuk koleksi pribadi saya sendiri,'' tegas bapak tiga anak itu.


Di antara ribuan jepretan gambar tentang Soekarno, Stanmeyer menyatakan memiliki sebuah gambar favorit. Yakni, foto Soekarno dalam posisi hormat yang dipasang di sebuah papan. Dia mengambil gambar tersebut dari sebuah sisi yang kebetulan juga terdapat tiang mirip tiang bendera. ''Foto ini sangat sederhana, tapi memiliki makna yang besar bagi saya,'' ungkapnya.


Menurut dia, tiang tersebut menjadi simbol kebesaran bangsa yang selalu dihormati Soekarno. Posisi tangan Soekarno yang sedang menghormat juga diambil Stanmeyer di beberapa pertokoan.


Dia berharap suatu hari nanti dirinya bisa mengadakan pameran khusus foto Soekarno di Indonesia. ''Saya sangat ingin memamerkan. Tapi, mungkin tidak dalam waktu dekat. Masih banyak pekerjaan yang menunggu,'' ujarnya.

Quote:

Salah satu kota yang mendapat perhatian khusus Stanmeyer selama di Indonesia kali ini adalah Blitar. Di sana, penulis buku yang menguak tentang Bali berjudul Island of the Spirits itu sempat mengunjungi makam Soekarno. Juga, singgah ke tempat-tempat lain yang berhubungan dengan presiden yang memiliki nama kecil Koesno Sosrodihardjo tersebut.

Perjalanannya di Blitar dianggap sebagai salah satu perjalanan yang luar biasa. Stanmeyer berada di Blitar sejak 14 Agustus dan langsung berkeliling ke sekitar lokasi makam untuk mengambil beberapa gambar yang berbau Soekarno. ''Saya juga mengambil gambar lain untuk koleksi,'' tambah penerima berbagai penghargaan dari Robert Capa Award, majalah Photographer of the Year, dan World Press itu.

Di Blitar, dia mengawali pemotretan sekitar pukul 07.00, setelah sarapan. Berkeliling Kota Blitar lebih banyak dilakukan dengan berjalan kaki. ''Saya memanggil sopir jika memang ingin berkeliling jauh dari sekitar makam,'' katanya.

Bahkan, dia sering meminta sopir mengurangi laju kendaraan. Tujuannya, dirinya bisa menikmati suasana khidmat menjelang detik-detik peringatan kemerdekaan. ''Saya tahu, tanggal 16 dan 17 Agustus memang sangat berarti bagi Indonesia. Detik-detik kemerdekaan juga saya rasakan di Blitar,'' terang pria yang suka bakso itu.

Sayangnya, pada hari terakhir di Blitar, Stanmeyer tidak sempat memotret kekhidmatan upacara bendera memperingati HUT Ke-66 Kemerdekaan RI. Sebab, dia harus segera meluncur ke Surabaya untuk kembali ke AS, transit di Singapura. (c1/ary)
Quote:



Ponocoy. 04 Sep, 2011

Admin 04 Sep, 2011


--
Source: http://kaskus-forum.blogspot.com/2011/09/hot-john-stanmeyer-fotografer.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar on [HOT] John Stanmeyer, Fotografer, N.Geographic AS, yang mengagumi Presiden Soekarno :

Post a Comment and Don't Spam!

DAFTAR ISI